Translate

Kamis, 15 November 2012

My Short Love Stories

Post ini sekaligus melanjutkan pos'' sebelumnya yaaa....

4 April 2010 was my bad day...
Tapi aku percaya bahwa ada kebahagiaan dibalik itu semua...
Ternyata benar, tak lama kemudian, 11 April 2010 datanglah bayi mungil cantik yang bernama KEIKO PARISYA ABINAYA. . .
Naya merupakan jawaban atas kegalauan.ku pada saat itu, ketika aku sendiri, dia terlahir ke dunia dan memberiku semangat baru. . .
Bukan anakku sih, tapi setidaknya aku dan dia kan ada hubungan darah, hehe :)
Ya, semenjak saat itu aku menjalani hari-hariku di tahun 2009 itu sendirian, hingga suatu saat aku mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Anggota Baru Remaja Masjid Agung Demak di Wisma B dan bertemu dengan seorang cewek yang berhasil membuatku falling in love in the first sight, hehe :) <Lebay sedikit gpp kan?>

Seiring berjalannya waktu aku mulai berani tuk mengutarakan perasaanku, aku gak tau jawabannya merupakan penolakan atau apa, tetapi dia mengatakan bahwa dalam kamus kehidupannya itu gak ada kata pacaran, tetapi hanya taarufan dan menikah. Shock? Of course, tapi wajar lah ya, dia kan terlahir dari keluarga pemilik Pondok pesantren. SITI FATIMAH, itulah namanya, cantik dan pintar, begitulah dirinya, bukan cuma pintar dalam pendidikan formal tetapi pengetahuannya tentang agama juga tak perlu diragukan lagi. Namun semakin ku mengenalnya, semakin ingin ku pergi dari dia dan mencari yang lain, aku takut kalau aku tak dapat mengimbanginya, terutama dalam hal agama.

Seiring berjalannya waktu, aku mulai bisa pergi dan menemukan cinta yang lain, sebut saja namanya DIVIA or known as MELODY PRIMA ANANDA DIVIA, seorang gadis berusia 17 tahun (saat ini) dan juga seorang pemain sinetron and also a model. Awalnya aku gak tahu kalau dia adalah seorang artis namun seiring berjalannya waktu aku mulai tahu dan dia mulai mengatakan bahwa dia sudah bosan menjadi artis, katanya jadi artis itu capek, waktu gak ada dan masih banyak lagi alasan yang dia ungkapin. Lama kelamaan kita semakin dekat, hingga tanggal 17 September 2012 kita tetapkan sebagai hari jadian kita. Semua indah di awal, namun lama kelamaan entah kenapa dia mulai menghilang dan tak ada kabar. Dulu waktu awal-awal aku rela tidur malam even gak tidur cuma untuk berkomunikasi sama dia, tapi sekarang??? Dia tak pernah sedikitpun memberi kabar padaku, hingga suatu saat aku berdoa kepada Allah dan memintaNya tuk menunjukkan yang terbaik untukku...

Doaku terkabul. . .
Allah mengirimkanku seorang bidadari yang sudah lama aku kenal dan sudah lama pula aku sayang sebelum Divia. Sebut saja dia "N", gadis 19 tahun yang berdomisili di Boyolali ini sudah berhasil mencuri hatiku sejak pertama kali aku kenal dengan dia di kelas Basic Speaking waktu itu. NDP, itulah inisial nama di IKIP PGRI Semarang. Sejak semester 1 aku berusaha tuk menyimpan rasa itu untukku sendiri, karena aku sadar siapa aku dan siapa dia, aku yang jelek, bodoh dan tak punya apa'' ini tak pantas tuk dapatkan hatinya yang begitu baik, lembut dan penuh pengertian itu, satu semester berlalu, aku berhasil menyimpan rasa itu hingga semester dua aku sudah jarang memiliki kelas yang sama dengan dia. Tapi entah kenapa suatu hari namanya kembali muncul dalam benakku tetapi saat itu dia sudah bersanding dengan orang lain.

Sakit dan perih hati ini saat mendengar semua tentang dia dan dirinya. But I have to realize that she's not mine! Dan aku tak berhak tuk mempunyai rasa cemburu itu karena mungkin memang dia yang terbaik untuknya. Waktu demi waktu berputar, dan seiring berjalannya waktu itu aku slalu berusaha tuk senyum dan menahan perih ini sendirian tanpa satu orangpun yang tahu.....

Awal kelas Listening saat itu, tak kusangka bahwa saat itu aku mempunyai kelas yang sama dengan dia, dan saat itu dia marah karena aku tak pernah membalas sms dari dia, dia bilang bahwa saat dia sms itu dia sedang galau, dll. Lalu aku dengan santai menjawab? Galau? Terus kenapa sms aku? Bukannya kamu udah punya dia? Lalu dia menjawab "DO YOU THINK THAT I'M HAPPY WITH HIM???" Dari jawaban itu aku mulai penasaran dan ingin tahu lebih jauh dengan WHAT ACTUALLY HAPPENED WITH THEM. . . . .

Hari demi hari berlalu, semenjak kejadian itu aku dan dia mulai dekat dan hingga kini kita masih dekat dengan status kita masing-masing. Namun tak bisa kupungkiri bahwa hati ini kadang sakit ketika ada yang menyebut nama mantannya itu didepanku walaupun aku tahu dia sudah tak ada rasa, namun karena besarnya perasaan ini aku mulai mencoba bersabar dan percaya bahwa dia memang yang terbaik yang Allah kirim untukku...

Thanks GOD, I hope that she's really my last destination, amin :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar